Blogger Template by Blogcrowds

Oleh : Kembang Anggrek

Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarakatuh

Nabi Muhammad SAW, sebagaimana kita semua tahu, hidup empat belas abad yang lampau. Catatan-catatan sejarah memperlihatkan bahwa, tatkala al-Qur’an diwahyukan, masyarakat Arab tidak memiliki teknologi yang memungkinkan mereka untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan tentang dunia ini atau alam semesta. Dengan demikian, terdapat suatu perbedaan yang signifikan antara tingkat sains dan teknologi pada waktu itu, tatkala Nabi Muhammad SAW masih hidup, dengan zaman kita. Sesungguhnya, perbedaan ini terus berjalan pada awal mula abad ke-20 dan ke-21. Sebuah bukti yang gamblang tentang ini adalah bahwa segelintir penemuan teknologi yang namanya tak dapat disebutkan hanya beberapa dekade yang lalu telah menjadi unsur-unsur yang sangat dibutuhkan pada kehidupan kita saat ini.

Meskipun adanya perbedaan-perbedaan yang sangat banyak ini, pada abad ke-7, Nabi Muhammad SAW memberitahukan sejumlah kebenaran mengenai masa depan. Dalam halaman-halaman berikut, kita akan menelaah hadis-hadis yang menggambarkan tingkat pengetahuan ilmiah dan teknologi Akhir Zaman. Kita akan melihat bahwa apa yang dibicarakan oleh Nabi Muhammad empat belas abad yang lalu sedang menjadi kenyataan pada zaman kita.

Teknologi Kedokteran:

Pada saat itu … usia hidup akan makin bertambah panjang.
(Ibnu Hajar Haytsami, Al-Qawl al-Mukhtashar fi ‘Alamat al-Mahdi al-Muntazhar)


Empat belas abad telah berlalu semenjak Nabi Muhammad SAW menyampaikan kata-kata ini. Catatan-catatan yang tersimpan mengenai beberapa tahun terakhir ini telah menunjukkan dengan jelas bahwa rata-rata harapan hidup pada zaman kita jauh lebih besar daripada pada setiap awal abad sebelumnya. Bahkan, sudah ada suatu perbedaan yang besar sekali antara awal dan akhir abad ke-20. Misalnya, seseorang yang lahir pada tahun 1995 dapat berharap untuk hidup lebih lama 35 tahun daripada seseorang yang lahir pada tahun 1900.

Sebuah contoh lain yang mencolok tentang hal ini adalah, pada masa lalu, jarang orang yang berusia hingga 100 tahun; pada hari ini banyak orang yang mencapai usia tersebut.

Menurut United Nations Department of National Population, selama beberapa tahun terakhir ini, populasi dunia terus mengalami transisi yang luar biasa dari suatu tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi ke tingkat kelahiran dan kematian yang rendah. Substansi dari transisi ini adalah pertumbuhan dalam jumlah dan proporsi orang-orang yang lebih tua. Peningkatan yang cepat, besar, dan amat bisa dirasakan ini tak pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah peradaban.

Meningkatnya harapan hidup ini tentunya memiliki suatu sebab. Kemajuan layanan kesehatan yang merupakan konsekuensi dari kemajuan teknologi kedokteran telah memungkinkan situasi yang demikian. Di samping itu, perkembangan perkembangan dalam ilmu genetika dan pesatnya kemajuan Proyek Gen Manusia (Human Genome Project) segera mengawali lahirnya sebuah era yang sama sekali baru di bidang kesehatan. Kemajuan-kemajuan ini merupakan proporsi yang oleh orang-orang yang hidup pada masa-masa terdahulu tak pernah terbayangkan. Berdasarkan pada semua perkembangan ini, kita dapat mengatakan bahwa orang-orang yang hidup pada zaman kita telah mencapai hidup yang panjang dan sehat seperti digambarkan dalam hadis di atas.

1400 tahun silam Nabi Muhammad SAW telah membicarakan kemajuan-kemajuan dibidang sains yang disebutkan diatas.

Pendidikan:
Sebuah perbedaan signifikan yang membedakan abad ke20 dan ke-21 dengan abad-abad sebelumnya adalah majunya kemampuan baca tulis. Pada masa-masa yang lebih awal, kemampuan baca tulis hanya dimiliki oleh segelintir orang yang memiliki status istimewa, sedangkan, menjelang akhir abad ke-20, UNESCO dan organisasi-organisasi pemerintah dan swasta lainnya, telah menyelenggarakan kampanye-kampanye di seantero dunia untuk melawan kecenderungan ini. Mobilisasi sumber-sumber daya pendidikan ini, dengan bantuan penemuan-penemuan teknologi dan layanan-layanan kemanusiaan, telah membuahkan hasil pada zaman kita. Menurut sebuah laporan dari UNESCO, rata-rata tingkat kemampuan baca tulis pada tahun 1997 adalah 77,4%.21
Angka ini tentu saja adalah yang tertinggi dalam 14 abad. Pada saat yang sama, Nabi Muhammad SAW menggambarkan masyarakat pada Akhir Zaman dalam hadis beliau:

Kemampuan baca tulis akan meningkat — tatkala Pengadilan semakin dekat.
(Ahmad Dhiya’ ad-Din al-Kamushkhanawi, Ramuz al-Ahadits)



Melalui media proyek-proyek dapat terwujud dengan teknologi baru, taraf kemampuan baca-tulis sekarang ini meningkat pada angka rata-rata 80%.

Waktu dimana kita hidup di dalamnya, dengan bangunan-bangunannya yang menjulang tinggi, dan perlombaan dalam mengembangkan teknologi bangunan gedung, telah diungkapkan dalam hadis 14 abad yang lalu.

Teknologi Konstruksi:
Suatu tanda kemajuan teknologi pada abad di mana kita hidup dan, yang mana Nabi Muhammad SAW telah menyebutkannya adalah dibangunnya gedung-gedung yang tinggi.

Tidak akan ada [Hari] Pengadilan — hingga gedung-gedung yang sangat tinggi dibangun.
(Diriwayatkan oleh Abu Hurairah)


As-Sa‘ah (Hari Kiamat) tidak akan tiba hingga manusia berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.
(HR. Bukhari)

Bila kita tilik sejarah arsitektur dan teknik, kita lihat bahwa gedung-gedung berlantai banyak mulai dibangun hanya menjelang akhir abad ke-19. Perkembangan-perkembangan teknologi, meningkatnya penggunaan baja dan lift mempercepat laju pembangunan struktur-struktur yang disebut pencakar langit. Pencakar langit telah menjadi sebuah bagian penting dari arsitektur abad ke-20 dan ke-21, dan pada hari ini telah menjadi sebuah lambang prestise. Apa yang dikatakan oleh hadis tadi telah menjadi kenyataan: manusia memang telah berlomba-lomba dalam membangun gedung-gedung tinggi, dan bangsa-bangsa pun saling berlomba-lomba dalam membangun pencakar langit tertinggi.

Teknologi Transportasi:
Di sepanjang sejarah sudah ada suatu hubungan langsung antara kekayaan dan kekuatan rakyatnya dengan teknologi transportasinya. Masyarakat-masyarakat yang memiliki kemampuan untuk mengadakan sistem transportasi yang efektif dapat meningkatkan taraf kemajuan mereka.

Berbicara tentang karakteristik-karakteristik Akhir Zaman, Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai perkembangan transportasi:

Hari Akhir tidak akan tiba hingga ... waktu berjalan dengan cepatnya.
(HR. Bukhari)

Jarak-jarak yang sangat jauh akan dilintasi dengan waktu singkat.
(H.r. Ahmad, Musnad)

Pesan dari hadis di atas cukup jelas. Pada Akhir Zaman, jarak-jarak yang sangat jauh akan ditempuh dalam waktu yang singkat oleh kendaraan-kendaraan baru. Pada zaman kita, pesawat terbang supersonik, kereta api dan kendaraan-kendaraan canggih lainnya dapat, dalam sekian jam saja, melintasi jarak yang dulunya ditempuh selama berbulan-bulan, dan melakukannya dengan lebih mudah, nyaman, dan aman. Dalam hal ini, isyarat yang diriwayatkan dalam hadis tadi telah menjadi kenyataan.


Pada abad ke-20 dan 21, teknologi benar-benar telah sampai pada tingkat yang canggih. Khususnya di bidang teknologi transportasi, arsitektur, dan bidang-bidang permesinan, perkembangan-perkembangan yang menakjubkan telah tercapai.


Al-Qur’an menyebutkan kendaraan-kendaraan yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi modern:

Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (Q.s. an-Nahl: 8).


Di sini, kita dapat memikirkan dengan mendalam makna ungkapan “waktu akan berjalan dengan cepat” dalam hadis pertama, dari sudut pandang apa yang telah kami ceritakan. Jelaslah, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW pada waktu Akhir Zaman, tugas-tugas akan dirampungkan dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan kurun-kurun waktu lainnya. Sungguh, kemajuan-kemajuan dalam sains telah memungkinkan adanya peluang bagi hampir semua hal untuk diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat dan dengan hasil yang jauh lebih baik. Sebuah hadis serupa menguatkan pandangan ini:

Saat Akhir tidak akan tiba sebelum waktu menyusut, setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam, dan sejam bagaikan nyala lilin.
(HR. Tirmizi)

Misalnya, berabad-abad yang lalu, komunikasi internasional, yang lamanya sampai berminggu-minggu, kini dapat ditempuh dalam hitungan detik saja dengan menggunakan Internet dan teknologi komunikasi modern lainnya. Pada masa lalu, barang-barang yang dulunya sampai ke tujuan setelah menempuh perjalanan selama berbulan-bulan dalam kafilahkafilah, kini dapat dikirim dengan cepat. Pada hari ini, jutaan buku dapat diterbitkan dalam waktu yang beberapa abad yang lalu hanya dapat untuk menghasilkan satu buah buku saja. Hal-hal sehari-hari sudah begitu saja menjadi hal yang lazim, seperti kebersihan, cara-cara penyajian makanan, dan keperluan untuk perawatan anak-anak, sudah tidak lagi menghabiskan banyak waktu berkat adanya keajaiban-keajaiban teknologi modern.

Kita dengan mudah dapat memberikan sekian banyak contoh seperti itu. Akan tetapi, yang harus kita pikirkan dengan mendalam di sini adalah tanda-tanda yang diberitahukan oleh Nabi Muhammad SAW pada abad ke-7 dulu yang kini sedang menjadi kenyataan.

Tanda lainnya lagi dari Akhir Zaman yang diberitahukan dalam hadis-hadis adalah tersebar luasnya perdagangan (Diriwayatkan oleh Ibnu Masud raddiallahu'anhum.)

yang seiring dengan kemaju-an-kemajuan di bidang transportasi. Transportasi-transportasi modern telah memungkinkan tiap negeri di dunia ini untuk melakukan hubungan perdagangan yang erat dengan neger-inegeri lainnya.

Teknologi Komunikasi:
Sebagian dari informasi paling menarik yang diberitakan oleh Nabi Muhammad SAW terdapat dalam hadis beliau yang menggambarkan teknologi komunikasi di masa modern. Salah satu hal yang beliau katakan cukup mencengangkan:

Hari Akhir tak akan tiba sebelum seseorang berbicara dengan gagang cambuknya.
(HR. Tirmizi)

Bila kita lihat hadis ini dengan lebih dekat lagi, kita dapat melihat kebenaran yang terkandung di dalamnya. Sebagaimana kita maklumi, pada zaman dulu, cambuk dipakai secara luas untuk menaiki hewan-hewan tunggangan, khususnya onta dan kuda. Manakala kita telaah hadis ini kita pun melihat bahwa Nabi Muhammad SAW sedang membuat sebuah perbandingan.

Mari kita tanyakan kepada orang-orang pada zaman sekarang: “Benda berbicara apa yang dapat kita perbandingkan dengan bentuk sebuah cambuk?” Jawaban yang paling mendekati atas pertanyaan ini adalah sebuah telepon genggam atau suatu perangkat komunikasi lainnya yang serupa itu. Bila kita ingat-ingat, perangkat komunikasi nirkabel, seperti telepon genggam atau telepon satelit, adalah perkembangan yang baru-baru ini terjadi, maka kita akan paham betapa futuristiknya gambaran Nabi Muhammad SAW 14 abad yang lalu. Maka, ini adalah satu lagi pemberitahuan akan waktu sebelum Hari Pengadilan di mana kita hidup di dalamnya.


Teknologi, yang dapat menyampaikan atau memindahkan suara dan gambar dalam jarak ribuan kilometer dengan begitu gampang dan menakjubkan, menunjukkan kesamaan yang amat menarik dengan pesan yang disebutkan di dalam hadis.


Dalam riwayat lainnya dari Nabi Muhammad SAW beliau menyoroti perkembangan teknologi komunikasi:

Tak ada Hari Pengadilan ... hingga seseorang berbicara dengan suaranya sendiri.
(Mukhtashar Tadzkirah karya Qurthubi)

Pesan dalam hadis ini sudah cukup jelas: ia menyatakan bahwa seseorang mendengar suaranya sendiri merupakan sebuah karakteristik Akhir Zaman. Tentu saja, bagi seseorang agar dapat mendengar suaranya sendiri, pertama-tama suara itu harus direkam dan kemudian didengarkan. Teknologi rekaman dan reproduksi suara adalah produk-produk dari abad ke-20. Perkembangan ini merupakan titik balik dari kemajuan sains, salah satunya yang memungkinkan lahirnya industri-industri yang bergerak di bidang komunikasi dan media. Rekaman suara kini sudah mencapai titik puncaknya, dengan perkembangan-perkembangan mutakhir dalam komputer dan teknologi laser.

Pendeknya, perangkat-perangkat elektronik pada hari ini, seperti mikrofon dan pengeras suara, telah memungkinkan untuk merekam dan mendengar suara seseorang, yang menunjukkan bahwa apa yang disebutkan dalam hadis di atas kepada kita telah menjadi kenyataan.

Apa yang dikatakan dalam hadis-hadis yang menggambarkan Akhir Zaman mengenai teknologi komunikasi tidak terbatas pada hadis yang dikutip di atas saja. Masih ada tandatanda lain yang sangat menarik dalam hadis-hadis lainnya:

Tanda hari itu: Sebuah tangan akan menjulur dari langit, dan orang-orang akan menyaksikannya.
(Ibnu Hajar Haytsami, Al-Qawl al-Mukhtashar fi ‘Alamat al-Mahdi al-Muntazhar)



Melalui sarana satelit, segala macam siaran dapat dikirim secara langsung ke tujuan. Fakta bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memprediksikan perihal kemampuan seperti ini 1.400 tahun yang lalu adalah salah satu tanda yang lain.


Tanda hari itu adalah sebuah tangan menjulur di langit dan orang-orang pun berhenti untuk melihatnya.
(Al-Muttaqi al-Hindi, ‘Al-Burhan fi ‘Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman)

Jelaslah bahwa kata “tangan” dalam hadis di atas merupakan kiasan. Pada zaman dahulu, sebuah tangan yang dijulurkan dari langit dan orang-orang menyaksikannya, sebagaimana tersebut dalam hadis tadi barangkali tidak begitu berarti bagi mereka. Namun bila kita mempertimbangkan teknologi pada hari ini, pernyataan tadi dapat ditafsirkan dengan sejumlah cara. Misalnya, televisi, yang kini sudah menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dari dunia ini, dan ia, beserta dengan kamera dan komputer, dapat menjelaskan dengan sangat baik apa yang digambarkan oleh hadis tadi. Kata “tangan” yang disebut dalam hadis itu mungkin saja dipakai untuk mengiaskan kekuasaan. Bisa dipakai untuk menyebut gambar-gambar yang muncul dari langit dalam bentuk gelombang, yaitu, televisi.

Beberapa contoh lain yang relevan juga sangat menarik:

Suatu suara yang memanggil namanya … dan bahkan orang-orang di timur dan barat akan mendengarnya.
(Ibnu Hajar Haytsami, Al-Qawl al-Mukhtashar fi ‘Alamat al-Mahdi al-Muntazhar)

Suara ini akan tersebar ke seluruh penjuru dunia, dan setiap suku bangsa akan mendengarnya dalam bahasa mereka.
(Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi ‘Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman)


Sebuah suara dari langit yang mana setiap orang akan mendengarnya dalam bahasa mereka sendiri-sendiri.
(Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi ‘Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman)

Hadis ini menyebutkan sebuah suara yang akan terdengar ke seluruh penjuru dunia dan dalam bahasa setiap orang masing-masing. Jelaslah, yang dimaksud adalah radio, televisi, dan metode-metode komunikasi lainnya yang semacam itu. Adalah sebuah keajaiban bahwa, 1.400 tahun yang lalu, Nabi Muhammad SAW memberi isyarat suatu perkembangan yang bahkan tak terbayangkan pada seratus tahun yang lalu.

Tatkala Badiuzzaman Said Nursi menafsirkan hadis-hadis ini, beliau menerangkan bahwa hadis-hadis ini secara menakjubkan meramalkan kemunculan radio, televisi, dan perang-kat-perangkat komunikasi lainnya yang semacam itu.

Mari Bershalawat Untuk Beliau :
Allahumma Shali Ala Muhammad wa ala alihi wabarrik wassalam

Posting : Al Fatih

Jin Memiliki Kemampuan Menyerupai Hewan & Manusia

Telah masyhur bahwa ketika perang Badar syetan datang kepada pasukan musyrikin dalam wujud seorang laki-laki bernama Suraqah bin Malik. Oleh karena itu turunlah ayat:

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ

“Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan Sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". (QS. Al Anfal (8): 48)
Tetapi saat itu, Allah Ta’ala turunkan malaikat untuk menolong pasukan mu’minin, maka kaburlah syetan berwujud Suraqah bin Malik itu.

فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling Lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, Sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; Sesungguhnya saya takut kepada Allah". dan Allah sangat keras siksa-Nya. (QS. Al Anfal (8): 48)
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menyebutkan riwayat bahwa syetan yang dimaksud dalam ayat ini adalah yang menjelma menjadi Suraqah bin Malik. Berikut keterangannya:

وقال علي بن أبي طلحة، عن ابن عباس قال: جاء إبليس يوم بدر في جند من الشياطين، معه رايته، في صورة رجل من بني مدلج، والشيطان في صورة سراقة بن مالك  بن جعشم
“Ali bin Abi Thalhah berkata, dari Ibnu Abbas, katanya: Iblis datang pada hari Badar sebagai tentara diri golongan syetan, dia adatang membawa panjinya, dalam tampilan seorang laki-laki dari Bani Mudlij, dan syetan dalam bentuk Suraqah bin Malik bin Ju’syum.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 4/73. Hal ini juga diceritakan dalam kitab-kitab tafsir lainnya)


Berikut adalah berbagai riwayat bahwa Jin bisa menjelma dalam wujud hewan.

a.       Ular.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya kisah cukup panjang, ringkasnya adalah  tentang seorang laki-laki –pengantin baru- yang pulang perang sambil menghunuskan pedang. Lalu dia disambut oleh isterinya yang menceritakan  ada ular besar melingkar di atas kasur. Lalu laki-laki itu menusuk ular tersebut dan keluar rumah. Namun, setelah itu ular  bergerak cepat ke arahnya  dan membunuhnya. Tidak diketahui siapa yang lebih dahulu mati. Hal ini diceritakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu beliau bersabda:

إِنَّ بِالْمَدِينَةِ جِنًّا قَدْ أَسْلَمُوا فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهُمْ شَيْئًا فَآذِنُوهُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَإِنْ بَدَا لَكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ فَاقْتُلُوهُ فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ 

                “Sesungguhnya di Madinah ini ada segolongan jin yang telah masuk Islam. Jika kalian melihat satu dari mereka, maka mintalah kepada mereka untuk keluar (dalam jangka waktu) tiga hari. Jika ia tetap menampakkan diri kepada kalian setelah itu, maka bunuhlah ia, karena sesungguhnya dia itu setan.” (HR. Muslim No. 2236)

                Dalam kisah  ini ada beberapa pelajaran:
-          Jin dapat masuk Islam
-          Jin mengganti wujud menjadi Ular
-          Jika rumah kedatangan ular maka biarkan selama tiga hari, jangan dibunuh, sebab bisa jadi dia jin muslim
-          Jika lebih dari tiga hari masih ada, maka mesti di bunuh karena dia adalah syetan (jin kafir)
-          Tidak semua ular, tetapi ular yang kita lihat di rumah saja, ada pun yang di luar rumah diperintahkan untuk dibunuh karena membahayakan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إن لهذه البيوت عوامر. فإذا رأيتم شيئا منها فحرجوا عليها ثلاثا فإن ذهب، وإلا فاقتلوه. فإنه كافر  
“Sesungguhnya bagi rumah ini terdapat ‘awamir (penghuni). Jika kalian melihat  sesuatu darinya maka biarkanlah sampai tiga hari, jika dia  masih ada lebih tiga hari, maka bunuhlah karena dia kafir.” (HR. Muslim, Ibid)

-           Tiga hari merupakan batasan yang cukup untuk memastikan dia jin muslim ataukah jin kafir, jika lebih tiga hari maka dia jin kafir yang harus diusir atau dibunuh. Tapi tidak semua jenis ular mesti dibiarkan selama tiga hari, ada juga yang pengecualiannya. Dari Abu Lubabah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
لاَ تَقْتُلُوا الْجِنَّانَ إِلاَّ كُلَّ أَبْتَرَ ذِي طُفْيَتَيْنِ فَإِنَّهُ يُسْقِطُ الْوَلَدَ وَيُذْهِبُ الْبَصَرَ فَاقْتُلُوهُ
Janganlah kalian (langsung) membunuh ular (di dalam rumah), kecuali setiap ular yang terpotong (pendek) ekornya dan memiliki dua garis di punggungnya, karena ular jenis ini dapat menggugurkan kandungan dan membutakan mata. Maka bunuhlah ia. (HR. Muslim No. 2233)

b.       Anjing Hitam Legam

Abu Dzar Radhiallahu ‘Anhu berkata:

سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الكلب الأسود البهيم. فقال((شيطان)). 

“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang anjing hitam yang legam, beliau menjawab: “Syetan.” (HR. Ibnu Majah No. 3210, Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan ibni Majah No. 3210)

Dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 عليكم بالأسود البهيم ذي النقطتين. فإنه شيطان
“Wajib bagi kalian  (membunuh) anjing hitam legam (Al Aswad Al Bahim) yang memiliki dua titik, sebab itu adalah syetan.” (HR. Muslim No. 1572)

Berkata Imam An Nawawi Rahimahullah:

مَعْنَى الْبَهِيم الْخَالِص السَّوَاد ، وَأَمَّا النُّقْطَتَانِ فُهِّمَا نُقْطَتَانِ مَعْرُوفَتَانِ بَيْضَاوَانِ فَوْق عَيْنَيْهِ وَهَذَا مُشَاهَد مَعْرُوف .

“Makna Al Bahim adalah hitam legam. Ada pun dua titik adalah difahami dua titik yang telah dikenal berwarna putih di atas dua matanya. Ini adalah kesaksian yang telah diketahui.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 5/423)

Dari  hadits inilah  Imam Ahmad bin Hambal dan sebagian Syafi’iyah mengharamkan  hasil buruan anjing hitam. Ada pun Imam Syafi’I, Imam Malik, dan mayoritas ulama membolehkannya sebagaimana anjing lainnya. Sebab hadits ini sama sekali tidak mengeluarkannya dari keumuman makna ‘anjing’. Sebagaimana   jika anjing hitam minum di bejana maka  bejana itu harus dibersihkan sebagaimana jika diminum oleh anjing putih. (Ibid)

Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah menjelaskan:

فإن الكلب الأسود شيطان الكلاب، والجن تتصور بصورته كثيرًا، وكذلك بصورة القط الأسود؛ لأن السواد أجمع للقوى الشيطانية من غيره، وفيه قوة الحرارة .

“Sesungguhnya anjing hitam adalah syetannya anjing-anjing, dan jin bisa berupa wujud yang banyak rupa, demikian pula kucing hitam, sebab hitam merupakan pusat kumpulan kekuatan syaitaniyah dari pada lainnya, dan terdapat  panas yang kuat.” (Majmu’ Fatawa, 19/52)

Imam Ahmad termasuk yang menilai batalnya shalat karena lewatnya anjing hitam. Tetapi mayoritas ulama mengatakan sama sekali tidaklah batal seseorang karena apa pun yang lewat dihadapan mereka. Imam An Nawawi menjelaskan:

وَقَالَ مَالِك وَأَبُو حَنِيفَة وَالشَّافِعِيّ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمْ وَجُمْهُور الْعُلَمَاء مِنْ السَّلَف وَالْخَلَف : لَا تَبْطُل الصَّلَاة بِمُرُورِ شَيْء مِنْ هَؤُلَاءِ وَلَا مِنْ غَيْرهمْ ، وَتَأَوَّلَ هَؤُلَاءِ هَذَا الْحَدِيث عَلَى أَنَّ الْمُرَاد بِالْقَطْعِ نَقْص الصَّلَاة لِشُغْلِ الْقَلْب بِهَذِهِ الْأَشْيَاء ، وَلَيْسَ الْمُرَاد إِبْطَالهَا 
                “Pendapat Malik, Abu hanifah, Syafi’i Radhiallahu ‘Anhum dan mayoritas (jumhur) ulama dari kalangan salaf dan khalaf mengatakan: Tidaklah batal shalat karena adanya sesuatu yang lewat baik karena itu semua (keledai, anjing hitam, dan wanita) dan tidak pula karena lainnya. Mereka menta’wilkan hadits ini, bahwa maksud terputusnya shalat adalah shalatnya kurang sempurna lantaran hati menjadi sibuk karenanya, bukan bermakna hal itu membatalkannya.”

                Dan,   pendapat jumhur  inilah yang lebih benar. Wallahu A’lam

                Sebenarnya, penyebutan bahwa  jin bisa menjelma menjadi ular dan anjing hitam tidaklah menutup kemungkinan terhadap wujud yang lain. Bisa saja dia menjadi kucing, unta, dan lainnya. Sebagaimana yang dikatakan Imam Ibnu Taimiyah bahwa jin bisa tampil dalam wujud yang banyak. Wallahu A'lam

oleh Kembang Anggrek

Posting : Al Fatih

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda